Translator

Senin, 19 Oktober 2009

Senam rohani

Dear biskorer...

Saya teringat syair lagu grup ungu yang bunyinya begini :
'Pernahkah kau merasa hatimu hampa... Pernahkah kau merasa hatimu kosong ...'

Pertanyaan saya tentang ini, pernahkah anda merasa seperti demikian, seperti dalam syair tersebut ?
Terus terang, akhir-akhir ini saya merasa seperti itu, hampa dan kosong. Tak tau arah perjalanan hidup. Bingung menentukan mana arah yang mesti diambil. Bukan basa-basi, selama ini saya bekerja dari pagi sampai sore, ditambah lagi dengan sedikit usaha untuk menambah pundi-pundi agar kebutuhan hidup dapat teratasi. Namun terus terang, apa yang saya harapkan tidak semuanya terwujud. Kebutuhan terus saja lebih tinggi dari kemampuan. Sedikit demi sedikit, hati mulai digerogoti siasat syetan, perlahan timbul rasa bosan dan jenuh menjalani hari-hari. Mulai timbul rasa 'malas' yang seharusnya tidak boleh terjadi. Salahkah saya ? Bingung mulai menghantui ....

Ditengah kegundahan hati, iseng-iseng saya buka koleksi buku-buku baru yang telah saya beli namun belum sempat saya buka, apalagi baca. Buku tersebut tentang seorang ulama besar yang terkenal di jagat raya ini, syekh Abdul Qadir Jailani.
Selembar... dua lembar... dst saya membaca halaman demi halaman... dan terbukalah kegundahan hati yang saat ini saya rasakan.

Saya akan kutip sedikit nasihat beliau kepada kita :
"Wahai kaum miskin, janganlah berangan-angan untuk menjadi orang kaya, karena hal itu mungkin akan menjadi sebab kehancuranmu. Terimalah kodrat yang diberikan kepadamu, dan janganlah mencari tambahan untuk itu. Tinggalkanlah darimu suatu pembicaraan yang tidak bermanfaat bagimu. Sibukanlah dirimu dengan sesuatu yang lebih bermanfaat, baik untuk dunia, terlebih lagi untuk akhirat. Kosongkanlah hati dari ambisi dunia,sebab engkau akan dicabut darinya dalam waktu yang dekat."

Bagaimana, dapat anda mengerti ?
Terkadang kita terlalu sibuk untuk mencari penghasilan demi kebutuhan diri, keluarga dan dunia lainnya. Kita terlalu berambisi untuk meraih kekayaan yang lebih dari yang telah kita peroleh saat ini. Jujur saja, bagi yang belum mempunyai rumah pribadi, pasti akan berlomba untuk membeli rumah walaupun harus kredit jangka sangat panjang. Belum punya motor ? Banyak kreditan yang mudah diambil. Sudah punya motor, pastinya akan ada ambisi lainnya, punya mobil dan seterusnya.

Syukur alhamdulillah bila kita mampu mewujudkan semua ambisi tersebut. Bila penghasilan besar, tentu tidak sulit membeli semua yang diinginkan. Namun bila penghasilan pas-pasan, apakah sanggup memenuhi semua ambisi tersebut ? Anda yang harus menjawabnya sendiri.
Dan kehampaan seringkali hinggap di hati kita yang berpenghasilan pas-pasan tapi memiliki ambisi yang melewati penghasilan. Frustasi dan kadang bersikap tidak selayaknya terhadap Tuhan. Salahkah Tuhan menetapkan takdirNya ?
Tentu TIDAK... sekali-kali tidak... semua yang dituliskan sebagai garis kehidupan bagi tiap manusia pasti merupakan yang terbaik bagi manusia itu. Tuhan tidak pernah salah, Dia selalu tau apa yang menjadi hak dan kebutuhan bagi hambaNya.
Manusialah yang seringkali lupa akan kemampuan dan kewajibannya terhadap dirinya dan Tuhan.
Duh, hampir saja syetan membekukan hati saya. Ternyata saya masih beruntung karena masih memiliki kemampuan untuk mewujudkan ambisi walau belum semuanya. Semoga hal yang sama ditetapkan pula dalam hati anda. Insya Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar